ATAS NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan hasil ciptaan Allah SWT. Apabila kita mau melihat lebih jauh, ciptaan Allah tidaklah ada yang sia-sia atau tidak berguna. Segala sesuatu Allah ciptakan dengan sempurna dan mempunyai fungsi/tujuan. Kita analogikan seperti manusia berkarya membuat sesuatu pastilah ada konsepnya. Hendak membuat benda seperti apa, bentuk dan ukurannya bagaimana serta tujuannya untuk apa. Sama seperti halnya Allah meciptakan manusia. Kita diciptakan dengan tujuan tertentu.
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Al Mu’miinun (23):115
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Ali Imran (3):191
Saat ini saya ingin berbagi pengetahuan dalam rangka memenuhi tujuan kita diciptakan, yaitu untuk beribadah. Allah menerangkan dalam Al Quran sebenarnya tujuan manusia diciptakan, tidak lain hanyalah untuk beribadah/mengabdi kepada Allah.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mengabdi kepada-Ku.
Adz Dzariyaat (51):56
Itulah konsep untuk apa manusia diciptakan, hanya untuk mengabdi kepada Allah. Dalam mengabdi kepada Allah tentu saja tidak bisa menggunakan cara-cara kita sendiri. Hampir semua manusia di dunia ini (apapun agamanya) dalam beribadah pasti ditujukan pada Allah. Pertanyaan yang mendasar adalah “Apakah semuanya diterima oleh Allah?” Tentu tidak! Ibadah yang diterima oleh Allah adalah yang sesuai dengan cara, petunjuk, pedoman, ataupun perintah-NYA.
Itulah alasan pentingnya kita harus memahami Al Quran. Tanpa memahami Al Quran otomatis kita tidak akan pernah bisa beribadah dengan benar kepada Allah, alias ibadah kita tidak akan akan diterima oleh Allah.
Bila ibadah kita tidak diterima Allah, otomatis kita menjadi penghuni Jahannam, seperti
tertulis pada surat Al A’raaf (7):179.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan
manusia. Mereka mempunyai qolbu, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-
ayat Allah) dan mereka mempunyai penglihatan (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai pendengaran (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.
Dan ada juga orang yang merasa bahwa dia berbuat atau beribadah sebaik-baiknya menurut dirinya tetapi tidak sesuai apa yang dikendaki Allah maka itu akan sia-sia seperti pernyataan Allah dalam surat Al Kahfi (18):103-105 :
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
Dari ayat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ibadah tidak dapat berdasarkan persangkaan-persangkaan melainkan harus sesuai dengan petunjuknya, jangan pernah mempunyai persangkaan apabila di Profil Facebook atau KTP kita tertulis agama : ISLAM kita merasa aman karna mendapat jaminan di surga, jangan-jangan hanya KTP nya saja yang akan masuk surga tetapi orangnya tidak, karena orangnya tidak beribadah sesuai yang di inginkan oleh Allah, jangan-jangan di surga lebih banyak KTP dari pada manusianya. he he he ^_^
Dari uraian di atas, kita sudah bisa menjawab sebuah pertanyaan, “Pentingkah kita memahami Al Quran?” Pertanyaan yang lebih jauh lagi, “Sudahkah hari ini kita memahami Al Quran?” Dalam Al Quran sendiri, surat Al A’raaf (7):3 Allah memerintahkan kita supaya dalam beribadah untuk mengikuti Al-Quran.
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran.
Maukah kita pada hari ini mengikuti Al Quran?
Itulah tujuan penulisan ini, dalam rangka memahami dan mengikuti Al Quran, tidak ada yang lain.
Berikut akan kami uraikan bagaimana berqur’an, dimulai dari hal-hal yang bersifat mendasar.
BERISLAM MENURUT AL QURAN
Seperti telah dikutipkan pada permulaan di atas (surat 7 ayat 3), bahwa dalam berislam kita hendaklah mengikuti Al Quran saja, bukan yang lain. Namun patut kita ketahui bahwa selama ini, sadar atau tidak, dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal beribadah – mengabdi- kepada Allah, kita belum mengikuti Al Quran secara utuh. Ada di antara kita dalam beribadah masih sekedar ikut-ikutan kebanyakan orang. Ada sebagian lagi yang sekedar mengikuti apa yang diperintahkan orang tua atau nenek moyang. Ada pula yang hanya mengikuti hawa nafsu diri pribadi. Ketiga hal tersebut memang sudah ditulis dalam Al Quran.
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.
Al An’am (6):116
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".
Al Baqarah (2):170
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan qolbunya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Al Jaatsiyah (45):23
Berikut akan diuraikan tiga hal mendasar, yang akan menuntun kita pada konsep berislam secara benar, berdasarkan Al Quran.
BERSAMBUNG...........
warung ini rencananya akan diisi bermacam ragam hidangan.. berwarna warni..dan semoga dapat memberi manfaat bagi yang telah mampir dan mencicipi hidangannya.. salam capucino ya (^_^)
Kamis, Februari 25, 2010
Renungan....... Part 1
Setiap Mukmin wajib senantiasa menyadari bahwa keberadaan dirinya hidup di muka bumi ini sama sekali bukan berdasarkan rencana, keinginan dan kehendak dirinya sendiri, melainkan atas kehendak dan kekuasaan Allah. Allahlah yang punya rencana, kehendak dan tujuan, untuk apa kita semua iciptakan dan dihidupkannya di muka bumi ini. Tidak ada sedikitpun andil manusia dalam merencanakan dan menentukan semua ini. Itu adalah fakta yang tidak mungkin dibantah. Maka konsekuensi logis dari fakta tersebut, bahwa segala yang kita perbuat dan kita lakukan dalam hidup ini haruslah merujuk hanya kepada Allah. Untuk apa kita melakukan berbagai hal dalam hidup ini? Apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya ? Kemudian apa yang harus dihasilkan dalam menjalani hidup ini? Hanya Allah yang berhak menentukan dan mengatur semua itu.
Sebuah contoh sederhana, keberadaan seorang karyawan di sebuah perusahaan, bukanlah semata-mata atas kemauan dan keputusan dirinya yang bersangkutan, melainkan dia diterima dan ditempatkan di perusahaan tersebut oleh fihak yang berwenang untuk itu, misalnya pemilik atau pemimpin perusahan. Maka apa yang harus dan boleh ia kerjakan di perusahaan tersebut? Tentunya bukan Si Karyawan itu sendiri yang menentukan menurut kemauannya, melainkan semuanya atas dasar perintah dan kewenangan yang diberikan oleh pihak yang berwenang atas dirinya di perusahaan tersebut. Demikian pula dengan keberadaan manusia di bumi ini. Kemudian bagaimana manusia bisa menyadari dan mengetahui secara jelas dan konkrit tentang apa yang harus dia lakukan dan hasilkan dalam hidup ini. Atau dengan kata lain, apa saja sebenarnya dan secara jelas dan konkritnya yang merupakan tugas dan kewajiban dari Allah bagi mereka dengan dihadirkannya mereka di bumi ini? Hanya atas petunjuk dan hidayah Allahlah, seseorang bisa berhasil menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan hanya atas pertolongan-Nya pulalah seseorang bisa berhasil mengimplementasikan dan mengoperasionalkan hal tersebut untuk memperoleh ridho-Nya. Allahlah pemilik segalanya, seluruh perangkat keras (alam materi dan energi) dan seluruh perangkat lunak (rencana, qadar, hukum, sistem dan program). Berdasarkan perangkat-perangkat itulah segala fenomena, peristiwa dan proses di alam semesta ini terjadi dan berlangsung.
Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya sebagai bermain-main. ( Al Anbiya : 16 )
Permainan adalah sesuatu yang dilakukan semata-mata untuk kesenangan atau keasikan dalam melakukannya, atau keasyikan memperhatikan (menonton) orang lain melakukannya, bukan untuk sesuatu yang ingin dicapai atau dihasilkan. Allah menciptakan seluruh alam semesta dengan segala isinya ini, bukanlah sekedar main-main tanpa tujuan. Tentunya dengan semua itu Allah punya maksud dan tujuan tertentu. Dengan kata lain Allah telah mencanangkan program tertentu untuk digelar dan dikembangkan. Di sisi lain, Allah menciptakan jin dan manusia tiada lain adalah untuk mengabdi kepada-Nya. Maka sudah barang tentu bahwa manusia harus menjalankan peran tertentu sebagai bagian dari rencana dan program Allah tersebut. Dengan selalu mengorientasikan atau merujuk hanya kepada Allah dalam segala gerak aktifitas kehidupan kita, itulah essensi ibadah atau pengabdian kepada-Nya.
BERSAMBUNG ...............
Sebuah contoh sederhana, keberadaan seorang karyawan di sebuah perusahaan, bukanlah semata-mata atas kemauan dan keputusan dirinya yang bersangkutan, melainkan dia diterima dan ditempatkan di perusahaan tersebut oleh fihak yang berwenang untuk itu, misalnya pemilik atau pemimpin perusahan. Maka apa yang harus dan boleh ia kerjakan di perusahaan tersebut? Tentunya bukan Si Karyawan itu sendiri yang menentukan menurut kemauannya, melainkan semuanya atas dasar perintah dan kewenangan yang diberikan oleh pihak yang berwenang atas dirinya di perusahaan tersebut. Demikian pula dengan keberadaan manusia di bumi ini. Kemudian bagaimana manusia bisa menyadari dan mengetahui secara jelas dan konkrit tentang apa yang harus dia lakukan dan hasilkan dalam hidup ini. Atau dengan kata lain, apa saja sebenarnya dan secara jelas dan konkritnya yang merupakan tugas dan kewajiban dari Allah bagi mereka dengan dihadirkannya mereka di bumi ini? Hanya atas petunjuk dan hidayah Allahlah, seseorang bisa berhasil menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan hanya atas pertolongan-Nya pulalah seseorang bisa berhasil mengimplementasikan dan mengoperasionalkan hal tersebut untuk memperoleh ridho-Nya. Allahlah pemilik segalanya, seluruh perangkat keras (alam materi dan energi) dan seluruh perangkat lunak (rencana, qadar, hukum, sistem dan program). Berdasarkan perangkat-perangkat itulah segala fenomena, peristiwa dan proses di alam semesta ini terjadi dan berlangsung.
Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya sebagai bermain-main. ( Al Anbiya : 16 )
Permainan adalah sesuatu yang dilakukan semata-mata untuk kesenangan atau keasikan dalam melakukannya, atau keasyikan memperhatikan (menonton) orang lain melakukannya, bukan untuk sesuatu yang ingin dicapai atau dihasilkan. Allah menciptakan seluruh alam semesta dengan segala isinya ini, bukanlah sekedar main-main tanpa tujuan. Tentunya dengan semua itu Allah punya maksud dan tujuan tertentu. Dengan kata lain Allah telah mencanangkan program tertentu untuk digelar dan dikembangkan. Di sisi lain, Allah menciptakan jin dan manusia tiada lain adalah untuk mengabdi kepada-Nya. Maka sudah barang tentu bahwa manusia harus menjalankan peran tertentu sebagai bagian dari rencana dan program Allah tersebut. Dengan selalu mengorientasikan atau merujuk hanya kepada Allah dalam segala gerak aktifitas kehidupan kita, itulah essensi ibadah atau pengabdian kepada-Nya.
BERSAMBUNG ...............
Selasa, Februari 23, 2010
tugas pelayanan kita di dalam firman
Tugas pelayanan kita di dalam firman
28 Oktober 2009 jam 13:54 |
Salam sejahtera kembali buat saudara-saudaraku yang terkasih,
Pada kesempatan ini, kembali kuberanikan diri, merangkai firman-firman Allah yang diambil dari Korintus dan Efesus, karena aku sedikit melihat bahwa, ada beberapa di antara saudaraku yang sedang gelisah, atau lebih tepat kurang semangat. Rangkaian firman-firman kali lebih banyak bercerita tentang tugas yang sebaiknya kita lakukan setelah kita mengikatkan diri dengan Allah. Sekali lagi, semoga makanan kali ini memberikan gizi tambahan yang lebih dari yang sebelumnya.
Kmu semua adalah satu tubuh, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah tetapkan beberapa orang dalam jemaat, pertama sebagai Rosul, kedua sebagai nabi, dan ketiga sebagai pengajar. Jadi, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama yaitu KASIH.
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu mempunyai karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Kasih tidak menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. KASIH TIDAK BERKESUDAHAN, nubuat akan berakhir, bahasa Roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.
Karena itu karunia bahasa Roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman. Sedangkan karunia hikmat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Jadi, jika seluruh jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa Roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan bahwa KAMU GILA ?
Tetapi jika semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua, segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku ‘Sungguh Allah ada di tengah-tengah kmu.’
Peraturan dalam pertemuan jemaat, bilamana kmu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu. Sebab kmu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kmu dapat belajar dan beroleh kekuatan.
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
Sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara, mereka harus menundukkan diri. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakan kepada suaminya di rumah.
Jika seseorang menganggap dirinya nabi, atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang dikatakan kepadamu adalah perintah Allah.
Jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kmu mengindahkannya. Segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Janganlah kmu sesat, pergaulan yang buruk, merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi. Ada di antara kmu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan kepadamu, supaya kmu merasa malu.
Mungkin ada orang yang bertanya, “ Bagaimana orang mati dibangkitkan ?”
Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup kalau ia tidak mati dahulu. Demikian pula dengan kebangkitan orang mati, ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan, ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan, ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Yang ditaburkan adalah tubuh yang alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh yang rohaniah.
Manusia pertama Adam, menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang terakhir menjadi Roh yang menghidupkan.
Manusia pertama berasal dari debu tanah, dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga.
Sodara-sodara, sesungguhnya aku mengatakan kepadamu suatu rahasia, kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubah dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Karena itu sodara-sodara yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Allah. Sebab kmu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Allah, jerih payamu tidak akan sia-sia. Berjaga-jagalah, berdirilah dengan teguh di dalam iman. Bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat. Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam KASIH.
Jangan tawar hati, sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya,yang jauh lebih besar daripada penderitaan kita.
Karena kmu tahu bahwa jika kemah, tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat dengan tangan manusia.
Selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian baru, tanpa menanggalkan yang lama.
Tetapi Allah lah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh kepada kita, sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.
Kami tahu apa artinya takut akan Allah, karena itu, kami berusaha menyakinkan orang. Jadi, kami ini adalah utusan-utusan Allah, seakan Allah menasehati kmu melalui perantaraan kami.
BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH
Sebagai teman sekerja, kami menasehatkan kmu, supaya kmu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kmu terima, sebab Allah berfirman
“ Pada waktu AKU berkenan, AKU akan mendengarkan engkau, dan pada hari AKU menyelamatkan, AKU akan menolong engkau.”
Sesungguhnya waktu ini adalah waktu perkenaan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Dalam hal apapun, kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela, sebaliknya, dalam segala hal, kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa, dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran dan kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik, dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah, dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela, ketika dihormati, dan ketika dihina, ketika diumpat atau ketika dipuji, ketika dianggap sebagai penipu namun dipercayai sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal, sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup, sebagai orang yang dihajar namun tidak mati, sebagai orang yang berdukacita namun senantiasa bersukacita, sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang, sebagai orang yang tidak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Jangan ada lagi noda kekafiran, kami telah berbicara terus terang kepada kmu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kmu, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kmu.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala ?
Kita adalah bait Allah, yang hidup menurut firman ini.
“AKU akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka dan AKU akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKU.
Sebab itu, keluarlah kmu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, dan janganlah menjawab apa yang najis, maka AKU akan menerima kmu. Dan AKU akan menjadi Bapamu, dan kmu akan menjadi anak-anakku, laki-laki dan perempuan,” demikianlah firman Allah Yang Maha Kuasa.
Saudara-saudara yang terkasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Karena kmu telah mengenal kasih karunia dari Allah, bahwa Al Masih, yang oleh karena kmu menjadi miskin, sekalipun ia kaya, supaya kmu menjadi kaya oleh karena kemiskianNYA. Maka sekarang, selesaikanlah pelaksanaannya itu. Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu dan lakukanlah itu dengan yang ada padamu, bukan berdasarkan yang tidak ada padamu.
Sebab, kmu dibebani, bukanlah supaya orang lain mendapat keringanan. Tetapi supaya ada keseimbangan, seperti ada yang tertulis, orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.
Camkanlah ini, orang menabur sedikit akan menuai sedikit, orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kmu, supaya kmu senantias berkecukupan di dalam segala sesuatu bahkan berlebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis,
IA membagi-bagikan, IA memberikan kepada orang miskin, kebenaranNYA tetap untuk selamanya.
Syukur kepada Allah karena karuniaNYA yang tidak terkatakan itu. Terpujilah Allah yang dalam Al Masih, telah mengaruniakan kita segala berkat di dalam surga. Sebab di dalam Al Masih, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapanNYA.
Puji Allah Abraham, Tuan semesta alam atas karunia Ruh yang luar biasa ini.
28 Oktober 2009 jam 13:54 |
Salam sejahtera kembali buat saudara-saudaraku yang terkasih,
Pada kesempatan ini, kembali kuberanikan diri, merangkai firman-firman Allah yang diambil dari Korintus dan Efesus, karena aku sedikit melihat bahwa, ada beberapa di antara saudaraku yang sedang gelisah, atau lebih tepat kurang semangat. Rangkaian firman-firman kali lebih banyak bercerita tentang tugas yang sebaiknya kita lakukan setelah kita mengikatkan diri dengan Allah. Sekali lagi, semoga makanan kali ini memberikan gizi tambahan yang lebih dari yang sebelumnya.
Kmu semua adalah satu tubuh, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah tetapkan beberapa orang dalam jemaat, pertama sebagai Rosul, kedua sebagai nabi, dan ketiga sebagai pengajar. Jadi, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama yaitu KASIH.
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu mempunyai karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Kasih tidak menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. KASIH TIDAK BERKESUDAHAN, nubuat akan berakhir, bahasa Roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.
Karena itu karunia bahasa Roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman. Sedangkan karunia hikmat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Jadi, jika seluruh jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa Roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan bahwa KAMU GILA ?
Tetapi jika semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua, segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku ‘Sungguh Allah ada di tengah-tengah kmu.’
Peraturan dalam pertemuan jemaat, bilamana kmu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu. Sebab kmu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kmu dapat belajar dan beroleh kekuatan.
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
Sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara, mereka harus menundukkan diri. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakan kepada suaminya di rumah.
Jika seseorang menganggap dirinya nabi, atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang dikatakan kepadamu adalah perintah Allah.
Jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kmu mengindahkannya. Segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Janganlah kmu sesat, pergaulan yang buruk, merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi. Ada di antara kmu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan kepadamu, supaya kmu merasa malu.
Mungkin ada orang yang bertanya, “ Bagaimana orang mati dibangkitkan ?”
Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup kalau ia tidak mati dahulu. Demikian pula dengan kebangkitan orang mati, ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan, ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan, ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Yang ditaburkan adalah tubuh yang alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh yang rohaniah.
Manusia pertama Adam, menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang terakhir menjadi Roh yang menghidupkan.
Manusia pertama berasal dari debu tanah, dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga.
Sodara-sodara, sesungguhnya aku mengatakan kepadamu suatu rahasia, kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubah dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Karena itu sodara-sodara yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Allah. Sebab kmu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Allah, jerih payamu tidak akan sia-sia. Berjaga-jagalah, berdirilah dengan teguh di dalam iman. Bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat. Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam KASIH.
Jangan tawar hati, sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya,yang jauh lebih besar daripada penderitaan kita.
Karena kmu tahu bahwa jika kemah, tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat dengan tangan manusia.
Selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian baru, tanpa menanggalkan yang lama.
Tetapi Allah lah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh kepada kita, sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.
Kami tahu apa artinya takut akan Allah, karena itu, kami berusaha menyakinkan orang. Jadi, kami ini adalah utusan-utusan Allah, seakan Allah menasehati kmu melalui perantaraan kami.
BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH
Sebagai teman sekerja, kami menasehatkan kmu, supaya kmu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kmu terima, sebab Allah berfirman
“ Pada waktu AKU berkenan, AKU akan mendengarkan engkau, dan pada hari AKU menyelamatkan, AKU akan menolong engkau.”
Sesungguhnya waktu ini adalah waktu perkenaan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Dalam hal apapun, kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela, sebaliknya, dalam segala hal, kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa, dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran dan kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik, dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah, dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela, ketika dihormati, dan ketika dihina, ketika diumpat atau ketika dipuji, ketika dianggap sebagai penipu namun dipercayai sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal, sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup, sebagai orang yang dihajar namun tidak mati, sebagai orang yang berdukacita namun senantiasa bersukacita, sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang, sebagai orang yang tidak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Jangan ada lagi noda kekafiran, kami telah berbicara terus terang kepada kmu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kmu, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kmu.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala ?
Kita adalah bait Allah, yang hidup menurut firman ini.
“AKU akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka dan AKU akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKU.
Sebab itu, keluarlah kmu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, dan janganlah menjawab apa yang najis, maka AKU akan menerima kmu. Dan AKU akan menjadi Bapamu, dan kmu akan menjadi anak-anakku, laki-laki dan perempuan,” demikianlah firman Allah Yang Maha Kuasa.
Saudara-saudara yang terkasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Karena kmu telah mengenal kasih karunia dari Allah, bahwa Al Masih, yang oleh karena kmu menjadi miskin, sekalipun ia kaya, supaya kmu menjadi kaya oleh karena kemiskianNYA. Maka sekarang, selesaikanlah pelaksanaannya itu. Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu dan lakukanlah itu dengan yang ada padamu, bukan berdasarkan yang tidak ada padamu.
Sebab, kmu dibebani, bukanlah supaya orang lain mendapat keringanan. Tetapi supaya ada keseimbangan, seperti ada yang tertulis, orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.
Camkanlah ini, orang menabur sedikit akan menuai sedikit, orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kmu, supaya kmu senantias berkecukupan di dalam segala sesuatu bahkan berlebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis,
IA membagi-bagikan, IA memberikan kepada orang miskin, kebenaranNYA tetap untuk selamanya.
Syukur kepada Allah karena karuniaNYA yang tidak terkatakan itu. Terpujilah Allah yang dalam Al Masih, telah mengaruniakan kita segala berkat di dalam surga. Sebab di dalam Al Masih, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapanNYA.
Puji Allah Abraham, Tuan semesta alam atas karunia Ruh yang luar biasa ini.
Langganan:
Postingan (Atom)